Jumat, 30 September 2011

Tugas nabi dan rosul , perbedaan risalah nabi muhamad dngn nabi'' yang lain (Lady julia pratiwi,tya meilinda,indri XI ips 1)

Tugas 25 Nabi & Rasul: mengajari manusia tentang "tip & trik" untuk hidup, agar "SELAMAT" dunia-akhirat, tanpa harus beresiko terlalu banyak SALAH/ KELIRU dalam melakukan kalkulasi2, sebab berbagai rahasia yg penting telah dimuat dlm Guidance Book (Al Kitab. Kitab Suci).

Sifat 25 Nabi & Rasul: rendah hati, patuh & taat kpd Tuhannya, amanah terhadap tugas yg dibebankan padanya, APA-pun resikonya, tdk takut kpd siapapun kecuali kpd Tuhannya. Target hidupnya bukan materi/duniawi, bisnisnya berpartner dg Saudagar Sang Maha Kaya/Kuasa, jadi ga pernah akan rugi.

Contoh: wa maa as-alukum 'alayhi min aj-rin, in aj-ria illa robbil 'aalamiin (Aku ga minta upah apapun atas da'wahku ini, upahku cuma dari Allah saja QS.26:109, juga lihat QS.12:104; 25:57; 26:127, 145, 164, 180, dan 38:86).
Jadi para Nabi & Rasul itu kalau da'wah/ceramah tidak minta BAYARAN, tidak pasang tarif. Jadi kalau ada da'i kok pasang tarif, maka itu tidak mengikuti sunnah/ajaran/contoh Nabinya.

Contoh lain: Jaahaduu fii sabiilillaahi bi amwalihim wa anfusihim (berjuang habis-habisan demi Allah dg segala kekuatan harta-bendanya dan siap mempertaruhkan jiwa-raganya dalam menjalankan tugasnya) [QS.4:95, 8:75; 9:20; 9:44, 81, 88; 49:15]

Catatan: Ada Nabi yg cuma buat etnik tertentu (mis. Cuma u/ Bani Israil), dan ada Nabi yg diutus kepada Seluruh umat Manusia (mis. Nabi Muhammad saw).

Sabda Nabi saw:
Dulu, Bani Israel itu kehidupan politisnya (bermasyarakat, bernegara) selalu dipimpin oleh seorang Nabi. Bila Sang Nabi wafat, Allah segera utus Nabi baru untuk mereka.
Adapun era ini, akulah nabi & Rasulullah atas kalian semua tanpa kecuali, akulah pemimpin politis kalian semua, dan aku adl Nabi terakhir, tak ada lagi nabi setelahku nanti, maka pemimpin politis penggantiku nanti bukanlah Nabi melainkan para kholifah (pemimpin umat pengganti kepemimpinan politis Nabi, bukan pengganti kerasulannya), dan para kholifah itu nanti bakal banyak (suksesinya berturut-turut). Jangan kalian biarkan terjadi lebih dari satu kholifah (dalam waktu yg bersamaan). Kalau sampai terjadi hal itu, maka bunuhlah kholifah selain yg pertama dibay'at. Lalu ta'atilah Sang Kholifah (yg dibay'at dg sah pertama) itu sesuai hak-haknya (selama tidak memerintahkan kekufuran padamu). Persoalan dia adil atau kurang adil di dalam memerintah, nanti Allah-lah yg bakal mengadilinya. Buat kalian, pokoknya jangan ada kepemimpinan ganda dalam tubuh umat Islam.
[HR. Ahmad, Bukhari, Ibnu Majah, dari Aby Hurayrah. Shohih. Lihat Shihihul Jaami; No. 4.466]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar